hmmm,,,, melihat dan membaca saja membuat seseorang, atau bahkan semua orang yg merindukannya menjadi sangat dekat #MasyaAllah,,
Niat Menikah,, bagaimana cara mengkaji ulang niat menikah kita,,? itu sangat penting, karena jika di tanam dalam diri pun niat kita harus benar-benar dan sungguh-sungguh berniat, bukanlah sebuah permainan. jika dalam hati kita sudah terikat niat yang kuat sekuat baja,,
dalam suatu niatpun ada pertanyaan : "niat menikah karena apakah?". udah itu aja yaa pertanyaannya. trus dikunci dalam 1 (satu) jawaban, tidak lebih.. karena kalau lebih,, jadinya kita kurang berSyukur.
berbagai jenis, berbagai golongan bahkan berbagai orang pun jawabnya berbeda-beda, maklum lah,,, kita semua terdiri dari beberapa suku, etnik dan berbangsa-bangsa, berbagai sudut pandang yang berbeda pula, jenisnya jg berbeda, ada laki-laki dan wanita. dari setiap perbedaan kita ambil jalan tengah suatu pertanyaan yang membutuhkan 1 (satu) jawaban kesungguhannya. Yaitu "merindu menikah". KARENA IBADAH,, itu saja jawaban yang benar-benar dikunci dulu. pegang kuat-kuat jangan sampai ada kerikil-kerikil atau bisikan syaiton menggoda kita
bisa jadi kita meragu, saat Allah menguji,, memperlihatkan semua kelemahannya seolah itu suatu keburukan, melihatkan semua kebaikannya seolah membuat penerima atas kata-katanya jadi berfikir "aku ter-intimidasi". mari kembalikan,,, kembalikan niat awal kalian untuk menikah. "KARENA IBADAH". seharusnya kalian bisa berpegangan atas itu, niat menikah karena ibadah itu membutuhkan sepasang kekasih yg bijak, untuk bergandengan bersama,, menuju jannahNya,,
Dalam perjalanan bijaknya tiap orang berbeda-beda, kita mulai saja dari diri kita sendiri. bersabar dalam perbedaan, bisa menerima seseorang dari sudut pandang berbeda, mengerti dan menghargai setiap masukan, setiap kritik, menerima setiap saran, menghormati setiap keputusan.
jika semua itu tertanam di diri, sungguh indahnya saling memahami dalam kebersamaan, jadinya memperkuat hubungan, dan yang paling penting terbuka dan jujurlah pada pasangan apapun itu, karena pasangan itu milikmu sampai selamanya Dunia dan Akhirat. Orang tua, Saudara, Sahabat, Teman,, akan lepas, lepas bukan berarti hilang, selalu ada, bukan berarti mendampingi. tapi "seorang pasanganlah" yang mampu mendampingi selamanya sampai Akhirat.
Pandai-pandailah menjaga pasangan sebelum dan sesudah menikah, pandai-pandailah menumbuhkan cinta, pandai-pandailah dalam berkata dan berkomunikasi, menjaga bukan berarti meninggalkan akan tetapi menjaga itu luas maknanya "menjaga hati agar tidak tergoda dan mengoda, menjaga hati agar selalu mencintai, setia pada satu orang adalah bentuk cinta yang bertanggung jawab, pandai-pandailah menjaga amanah" dll. penjagaan yang positif buat sepasang kekasih yang merindu menikah
“Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus dimengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami pemahaman yang tulus.”
Dan buat yang single, tetap istiqomah memantaskan diri, semoga Allah selalu mempertemukan dengan orang-orang yang baik, selalu dikelilingi dengan orang-orang yang baik, yang juga pandai menjaga, lisan, mengarahkan hatinya dengan amanah dan bertanggung jawab. sesuai jati diri kita. karena "Sebuah pilihan itu adalah tanggung jawab".
jadikan diri kita sebaik-baiknya diri, karena kita merupakan cermin dari pasangan kita, bahkan anak-anak kita nanti. Sedih bukan,,, jika anak-anak kita meniru kebiasaan jelek diri kita? : )
jadi ingat kata-katanya Tere Liye : “Seseorang yang mencintaimu karena fisik, maka suatu hari ia juga akan pergi karena alasan fisik tersebut. Seseorang yang menyukaimu karena materi, maka suatu hari ia juga akan pergi karena materi. Tetapi seseorang yang mencintaimu karena hati, maka ia tidak akan pernah pergi! Karena hati tidak pernah mengajarkan tentang ukuran relatif lebih baik atau lebih buruk.”
— buku “Berjuta Rasanya"
semoga kerinduan kalian untuk menikah di Ijabahi Allah, di Ridhoi,, selalu dituntun ke jalan yang lurus oleh Allah. untuk menguatkan hatimu,,, menguatkan kesungguhanmu untuk menikah. bagi yang punya calon yaa,,hehehe,,, ingat perbaiki niat, selami hati karena Allah, jangan memandang yang lain, kecuali kekuatan ibadahnya (keimanannya)
karena sesungguhnya dengan keimanan yang kuatlah yang bisa melangkah berdua mengarungi surganya menikah. kuat itu seperti karang yang dilautan, jika tertempa gelombang dan ombak tidak akan goyah. seharusnya seperti itulah niat sepasang kekasih. meski seribu ujian, seribu godaan tetap fokus kedepan. niat itu bukan "aku" atau "kamu" tapi menyatukan diri dalam "kita" karena ibadah.
Apabila ada kesalahan dalam tulisan ini, mohon maap yang sebesar-besarnya, sudilah kiranya, pembaca memberi saran atau kritik untuk saya, saya ucapkan banyak terimakasih, salam sayang untukmu selalu pembacaku. :')